22 Februari 2021

author photo
Pict by, Islamkita.co


Kita sebagai manusia pasti tidak luput dari salah dan dosa, alangkah baiknya setelah berbuat kesalahan kita bertobat dan melakukan kebaikan. Lafadz lailaha illahu merupakan paling baiknya kebaikan, oleh karena itu jika kita memperbanyak kalimat tahlil berarti kita memperbanyak jalan perbaikan diri. 


Dalam sebuah hadits yang berasal dari dialog antara Abi Dzar ra. Dengan Rasullullah saw tentang keutamaan kalimat tahlil. Haditsnya sebagai berikut : 


Abi Dzar bertanya ‘kepada Rasullullah, wahai Rasulullah ajarilah saya amalan yang dapat mendekatkan ke surge dan menjauhkan dari neraka. Rasulullah saw menjawab; kalau kamu berbuat keburukan, maka segera ikuti dengan kebaikan, Abi Dzar bertanya lagi, apakah kalimat tahlil termasuk kebaikan? Rasulullah saw menjawab; iya, bahkan ia termasuk paling baiknya kebaikan. Dalam hadits diatas Rasulullah menjelaskan bahwa masih ada jalan kebaikan bagi mereka yang berbuat keburukan. Akuilah kesalahan tersebut dan tobatlah, kemudian ikuti dengan kebaikan, niscaya keburukan tersebut akan terhapuskan.


Ada sebuah kisah yang menceritakan tentang kedahsyatan kalimat tahlil, cerita ini dikisahkan oleh Imam Az-ahid Sayyidi Al-Mufti. 


Suatu saat Nabi Musa as bermunajat. Beliau bertanya mengapa Allah menciptakan manusia, memberi mereka rezeki, lalu di akhirat mereka dimasukkan ke dalam neraka. Allah SWT menyuruh beliau untuk bertani. Saat sudah musim panen, beliau ditanya perihal tanamannya. Nabi Mussa menjawab, yang baik diambil yang tidak ada baiknya sama sekali ditinggalkan. “Begitu juga, aku masukkan manusia yang tidak ada kebaikannya sama sekali ke neraka” firmannya. Nabi Mussa bertanya lagi, siapakah manusia yang tidak memiliki kebaikan sama sekali?, “ Orang yang tidak memiliki kebaikan sedikitpun adalah mereka yang enggan mengucapkan laillaha illallahu muhammadan rasulullahu. 


Penulis: Intan

Editor: Divisi Keilmuan

   


This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post